
Home
Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, Kamis (27-3), berdialog dengan
sejumlah agen kopi (pedagang pengumpul) sekabupaten tersebut di aula
Bappeda setempat. Acara itu diikuti sejumlah pejabat setempat.
Dalam dialog itu, Mukhlis Basri berharap komoditas kopi di Lampung
Barat yang merupakan salah satu komoditas terbesar di Lampung terus
meningkat, baik kualitas maupun jumlah produksi yang dihasilkan para
petani.
Dinas terkait (Dinas Perkebunan) diharapkan terus membina dan menyuluh
petani dan pedagang kopi di Lambar. Pertemuan itu merupakan silaturahmi
dalam rangka menjalin komitmen untuk menciptakan daya tarik dan daya
saing investasi, khususnya di bidang perkebunan. Selain itu, juga
merupakan upaya Pemkab Lambar untuk mewujudkan komitmen menjadikan
Lampung sebagai etalase kopi nasional.
Guna mencapai komitmen itu, Pemkab juga melakukan berbagai upaya
pembinaan dan pengembangan agrobisnis yang dinilai sebagai langkah
strategis. Pertemuan ini diharapkan dapat menemukan jawaban dari
berbagai masalah dan kendala yang dihadapi pembangunan bidang perkopian
di Lambar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Lambar, Sudarto, saat diminta
komentarnya seputar dialog, menyatakan inti dari pertemuan yang digelar
adalah untuk menjalin silaturahmi pemerintah daerah dengan para
pedagang kopi guna mencari saran dan masukan.
Pemkab, kata dia, siap memfasilitasi jika para pedagang kopi membutuhkan akses permodalan kepada pihak swasta atau pihak lain. "Pemkab sifatnya hanya sebagai fasilitator dan siap memfasilitasi jika pedagang membutuhkan akses kepada pihak pemodal," kata Sudarto.
Di sisi lain, Ulul Azmi Soltiansah, salah seorang pedagang pengumpul kopi yang juga sebagai anggota DPRD Lambar, menyatakan Lampung Barat yang nyata-nyata merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Lampung, tetapi sangat disayangkan sampai kini tidak ada sepeser pun hasilnya yang dapat dipungut untuk menambah PAD.
Ke depan, kata dia, melalui BUMD, pihaknya berharap pemerintah menjadikan BUMD sebagai wadah yang dapat menampung komoditas tersebut sekaligus dapat menstabilkan harga. Tujuannya untuk memperbaiki nasib para petani dari usahanya yang mengandalkan penghasilan dari produksi kopi.
Pemkab juga diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pinjaman lunak atau dalam bentuk bantuan sarana produksi kepada para petani untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk kopinya guna mendapatkan harga yang maksimal.
Selain itu, kata dia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga diharapkan tidak hanya sebagai simbol, akan tetapi harus berupaya menciptakan kreativitas untuk membangun Lambar di bidang produk kopi.
Misalnya, menciptakan kreativitas aneka produk kopi dalam bentuk kopi siap saji (minuman) seperti coffee mix instan atau minuman khas kopi lain yang siap saji dengan ciri khas Lambar dalam rangka mengangkat Lambar sebagai daerah penghasil kopi.
Selama ini, kata dia, produk kopi dari Lambar pengolahannya hanya sebatas kopi biji dan kopi bubuk (home industry) yang diolah secara tradisional dan dipasarkan di pasar tradisional. Namun, ke depan dengan banyaknya produksi kopi, diharapkan mulai diupayakan pembinaan untuk kerajinan industri rumah tangga guna meningkatkan pendapatan masyarakat
|
|