
Home
|
Kelestarian repong damar dan Hutan Kemasyaraktan |
Kelestarian repong damar dan Hutan Kemasyaraktan (HKm) Lampung Barat
(Laba), selain menarik bagi wisatawan baik asing maupun lokal, tetapi
juga menarik bagi Kabupaten Parigi Motoung Sulawesi Tengah, terbukti
selama tiga hari mereka melakukan magang di Laba.
Peserta magang yang terdiri dari unsur Dinas Kehutanan dan
Perkebunan Kabupaten Parigi Motoung Sulawesi Tengah, wakil kelompok
tani dan LSM Pendamping di wilayah tersebut, akan berada di Laba 5-9
Mei, mendatang.
Koordinator tim magang Kabupaten Parigi Motoung, Sulawesi Tengah,
Ir Effendi Moutong, mengatakan, alasan melakukan magang yang dilakukan
Kabupaten Parigi Motoung, dalam rangka melakukan pembelajaran mulai
dari budidaya sampai penanganan pasca panen damar mata kucing (Shorea
Javanica), mempelajari konsep dan implementasi HKm di Kabupaten Laba
yang sudah diakui secara nasional.
Kabupaten Parigi Motoung, kata dia, memiliki garis pantai sepanjang 470 km di Teluk Tomini Sulawesi Tengah, memiliki hutan lindung, hutan produksi terbatas (HPT) dan cagar alam, dengan kondisi topografi yang hampir sama dengan Kabupaten Laba. Di kawasan hutan Kabupaten Parigi Motoung tumbuh tanaman damar yang belum dikelola secara ekonomis.
Pemkab Parigi Motoung memiliki permasalahan kehutanan yang hampir sama dengan Laba, masalah perambahan, tata batas dan illegal logging. Di Kabupaten Laba permasalahan tersebut salah satunya diatasi dengan konsep hutan kemasyarakatan, sesuai dengan harapan Bupati Lampung Barat, agar Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera.
Tim dari Kabupaten Parigi Motoung disambut langsung Bupati Drs H Mukhlis Basri yang diterima langsung diruang kerjanya, selain bupati ikut hadir Kepala Dinas Kehutanan Ir Warsito, Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan Taryono dan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Rini Nurindarwati.
Sementara Bupati Laba Mukhlis Basri, mengatakan, menyambut baik kedatangan tim magang dari Kabupaten Parigi Motoung dengan harapan apa yang didapatkan dari sini (Laba) dapat bermanfaat dan bisa diterapkan di Perigi Motoung. "Saya minta dinas Kehutan Laba, dapat membantu selama peserta Magang berada di Lampung Barat," katanya. (*)
|
|