
Home
|
Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara |
Kabupaten Lampung Barat merupakan bagian dari 11 kabupaten/ kota yang
ada di Preovinsi Lampung memiliki potensi kelautan dengan panjang garis
pantai 210 kilometer atau merupakan 19% dari total garis pantai yang
dimiliki Provinsi Lampung. Potensi perikanan mencapai 142.000 ton MSY
(Maximum Sustainable Yied) pertahun dengan jumlah produksi perikanan
tangka laut ditahun 2007 baru mencapai 8.817,1 ton atau sekitar 6,2%.
Disisi lain, Lambar merupakan salah kabupaten dengan prosentase jumlah
luasan hutan kawasan yang terbesar dibanding luas wilayah yang ada.
Dimana, 76,78% luas wilayah Lambar merupakan hutan kawasan yang
merupakan salah satu bagian penting dari paru-paru dunia.
Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat masyarakat akan kebutuhan lapangan pekerjaan dan usaha memaksa sebagian warga mencari sumbar usaha lain di daratan. Dengan terbatasnya lahan yang dapat dibudidayakan, penebangan hutan secara liar (illegal loging) merupakan salah satu pilihan beresiko yang terpaksa harus diambil sebagian warga masyarakat Lambar yang sangat membutuhkan sandang, pangan, dan papan. Masalah ini merupakan problema tersendiri bagi pemkab lambar yang harus melindungi kawasan hutan dari Ilegalloging.
Untuk mengatasi permasalahan itu, sehingga kawasan hutan dapat terjaga dari pelaku penjarah ilegalloging, setidaknya dapat mengurangi penjarahan hutan, salah satu prasana yang pital bagi pengembangan potensi laut adalah pengembangan pelabuhan perikanan.
Pelabuhan perikanan terdiri atas beberapa kreteria tergantung dari luasan kemampuannya menampung jumlah armada dan keseragaman tonase kapal penangkap ikan. Dengan kondisi factual perairan lambar yang terbuka berhadapan langsung dengan sambudra hindia, maka pelabuhan nusantara akan dibangun tentu harus dipertimbangkan kemampuan dalam menampung kapal-kapal penangkap ikan dikelas samudra yang selama ini hanya mengambil ikan diperairan laut sekitar Lambar tanpa mendaratkan hasil tangkapannya di daerah ini.
Tujuan utama pembangunan pelabuhan itu adalah agar kapal-kapal penangkap ikan diperairan laut sekitar Lambar dapat dipasilitasi kebutuhannya. Dengan demikian semakin banyak kapal ikan yang mendarat di dipelabuhan yang akan dibangun. Efeknya, secara tidak langsung akan banyak didapat peningkatan jumlah ikan didaratkan serta memudahkan pencacahan bagi kegiatan statistic perikanan tangkap.
Wacana pembangunan pelabuhan perikanan nusantara Bengkunat diawali dengan terbitnya program revitalisasi perikanan tangkap dalam hal ini penangkapan ikan Tuna yang diluncurkan oleh Departemen Kelautan RI tahun 2005 lalu. Dalam program tersebut juga diperoleh kajian tentang kondisi pelabuhan perikanan di kota Jakarta 10 tahun kedepan yang akan menjadi jenuh sehingga memerlukan pengalihan pengembangan pusat pendaratan ikan dari pulau jawa ke pulau sumatera.
|
|