 |

Home
Bupati Lampung Barat (lambar) Drs. Hi. Mukhlis Basri, Kamis (20/3) lalu
melaksanakan bediom (pindah rumah) dari rumah dinas wakil bupati ke
Lamban Gedung (rumah dinas Bupati) di Pemangku taman indah Pekon
Kubuperahu Kecamatan Balikbukit, Lambar.
Bupati bersama keluarga bergerak dari rumah dinas wakil bupati
yang berjarak sekitar 500 meter dari lamban gedung sekitar pukul 03.30
WIB dengan di iringi sejumlah kerabat dan anggota keluarga lainnya
menuju lamban gedung.
Sebelum Bediom di mulai, semua alat-alat rumah tangga
dipersiapkan untuk diangkat bersama oleh anggota keluarga dan kerabat
lainnya.
Sebelum berangkat Bediom, Bupati bersama istri terlebih dahulu menyalakan lampu kecil yang kemudian di bawa berjalan kaki hingga sampai kelamban gedung.
Sebelum beranjak meninggalkan rumah lama, bupati bersama istri terlebih dahulu menyalakan lampu kecil yang akan dibawa kelamban gedung yang akan ditempatinya, lampu tersebut sebagai pertanda, kesuksesan dan rizki serta nikmat yang diterima keluarga itu diharapkan tetap dilimpahkan ditempat yang baru tersebut.
Kemudian, setelah lampu dinyalakan, kerabat terdekat lalu nangguh di depan pintu sebelum keluar dari rumah, yang mengisyaratkan bahwa semua anggota keluarga tersebut akan meninggalkan rumah yang sebelumnya ditempati dan pindah kerumah yang baru.
Dengan menenteng lampu kecil yang telah dinyalakan, serta peralatan sembahyang, seperti sejadah, alquran, bupati bersama istri dan anggota keluarga meninggalkan rumah dinas sebelumnya menuju lamban gedung dengan berjalan kaki.
Sementara itu, kerabat lainnya yang termasuk anggota keluarga terdekat mengiringi dari belakang dengan membawa peralatan tidur, alat dapur, serta barang berharga lainnya.
Setelah sampai di lamban gedung, Ny. Helwiati Komala Dewi, membuka pintu utama bagian depan, sedangkan Mukhlis Basri sendiri membuka pintu utama bagian belakang.
Tapi, sebelum keduanya memasuki rumah tersebut, kerabat terdekat yang lebih tua lebih dahulu nangguh kepada semua mahluk halus penghuni rumah dan sekitarnya. Nagguh itu sebagai isyarat (pertanda) bahwa rumah tersebut akan ditempat oleh pemiliknya.
Setelah nangguh selesai dilaksanakan, bupati dan istri secara bersama-sama memasuki rumah dan bertemu di ruang tengah dan langsung menyalakan lampu. Selanjutnya, langsung menuju ke kamar tidur utama untuk menyalakan lampu dikamar tersebut sambil meletakan lampu kecil yang dibawa dari rumah sebelumnya.
Sementara itu, kerabat dan anggota kelurga lainnya yang mengiringi kepindahan itu, langsung mempersiapkan peralatan untuk shalat subuh berjamaah di kediaman yang baru ditempati tersebut.
Sebelum, pelaksanaan bediom itu dilakukan, bupati bersama keluarga nangguh kepada kerabat terdekat yang intinya menyampaikan niat dan maksudnya untuk melaksanakan bediom. Setelah itu, anggota keluarga terdekat bermusyawarah dan membentuk kepanitiaan kecil menghadapi bediom tersebut.
Kepanitiaan inilah yang mempersiapkan segala kebutuhan pelaksanaan bediom, mulai dari membuat tapai, ngelemang, hingga syukuran usai bediom.
Pembuatan tapai dilakukan oleh ibu-ibu (bebai tuha khamik) diawali dari mencari daun pisang, membersihkan ketan hingga proses pembuatan tapai itu sendiri.
Sementara bapak-bapaknya, (bakas tuha khamik) memilik tugas tersendiri yakni membuat lemang, mulai dari mencari bamban (bambu pancung-red), mengisi lemang, menyiapkan pengisian lemang hingga pemanggangan (bakar-red) lemang yang dilakukan secara bergotong royong di kediaman kerabat terdekatnya.
Tapai dan lemang itu, di makan saat syukuran setelah bediom selesai bersama keluarga dan undangan lainnya. Selain itu, bebai tuha khamik membuat selimpok lunik yang dibungkus dengan bulung bakhu dan bulung punti.
Selain menyiapkan makanan selimpok lunik, tapai, serta lemang, bebai khamik juga membuat bumbu jejok suah sambol (saos-red) sebagai pelengkap hidangan saat makan lemang yang dibuat bakas khamik sehari sebelum bediom di laksanakan.
Setelah menempati lamban gedung, bupati menggelar syukuran serta pesta rakyat dengan menghadirikan semua kesenian tradisional yang ada di Lambar. mulai dari bedikhir, nyambai, dan pementasan kesenian tradisional lampung dan jawa serta seluruh budaya yang ada di Lambar.
Malam harinya, panitia juga menggelar hiburan kesenian orkes lampung dengan menghadirikan penyanyi asli lampung Hilahambala dari kotaagung Tanggamus.(*)
BALIKBUKIT- Bediom merupakan budaya dan adat istiadat Masyarakat Lampung Barat (Lambar) yang akan pindah rumah. Baik itu kerumah yang baru di bangun atau rumah yang telah lama berdiri dan akan ditempati oleh penghuni yang baru.
Bediom rumah baru,Bediom di rumah kediaman yang baru,bediom menurut adat asli Lampung Barat yang sudah dapat mendirikan rumah pribadi yang baru.serta semua peralatan rumah itu serba baru, di tempat yang baru juga maka keluarga tersebut sudah merencanakan untuk bediom di kediaman keluarga yang serba baru itu,jika sudah siap untuk di huni keluarga,di sebut bediom di lamban yang baru.
Bediom di rumah kediaman yang baru ,ini di sebut bediom juga kalau pun rumah tersebut sudah lama di buatoleh siapapun ,namun kebetulan keluarga kita akan/barhak mendiomi rumah tersebut. seperti rumah dinas,rumah baru beli,rumah kontrakan,seperti dikutip di atas tadi pada umum nya kita lampung barat (lambar)masih sangat kuat mempertahan kan dan melestarikan adat bediom tersebut sampai pada saat ini.
Sebab bediom ini,bermaksud menunjukkan tanda kesukuran allah atas nikmat yang di berikan terujud sampai bediom dan sekaligus memberi tau tetangga ahli pemili dan sekaligus di lanjutkan dengan doa bersama semoga bediom di tempat yang baru itu selalu mendapatkan barokah yang maha kuasa.
Doa bediom di sesuai kan dengan situasi dan kondisi keluarga untuk mengundang keluarga banyak atau tidaknya yang di undang,kadang kalau keluarga tersebut termasuk mampu keadaan nya atau ekonomi nya mencukupi bediom tersebut di meriah kan oleh hiburan-hiburan, Bedikikh, seni robbana dan disesuai kan setelah doa.
Ada juga diantara keluarga yang bernazar jika rumahnya sudah selesai dan siap di diomi akan saya sembelihkan kambing dan ini di sesuai kan juga dan tidak mengikat serta melihat kemampuan ekonomi dari keluarga tersebut.
1. Pelaksanaan bediom.
2. Peralatan simbolis yang di bawa bediom.
3. Adap / tangguh sebelum masuk rumah / doa.
4. Waktu yang baik untuk bediom.
5. Doa dan ditambah dengan hiburan.
Pelak sanaan bediom itu sendiri kebanyakan bediom ini di laksanakan pada hari-hari yang baik seperti bulan muharam,bulan maulud dan bulan haji.
Waktu / jam yang baik untuk pindah adalah pada waktu sebelum subuh dan waktu isha sudah lewat jadi di mulai jam 4.30 sampai dengan jam 5.00 WIB.
Dan waktu ini disebut waktu menyongsong pajardan di perhitung kan pada waktu sholat subuh sampai maka rombongan bediom akan melak sanakan sholat subuh berjamaah di tempat yang baru.
Keluarga yang bediom itu mulai berangkat dari tempat yang lama ketempat yang baru dan keluarga yang bediom,kepala keluarga dan anak istrinya di iringi oleh keluarga yang lain yang hadir pada saat itu sampai ke kediaman yang baru.
Sedang kan alat yang di bawa secara simbolis seperti alat tidur,alat masak ,lampu,Quran dan sajadah yang kesemua nya di bawa oleh keluarga yang ikut mengiringi bediom itu.Alat tidur ini menandakan mengawali tidur di tempat yang baru.
Peralatan masak pertanda bahwa keluarga akan memulai kehidupan ditwmpat yang baru,belanga,beras,teko,gula,kopi,serta lampu yang mana lampu ini dinyalakan mulai dari tempat yang lama ke tempat yang baru dan langsung kekamar ruang tidur keluarga yang bediom ,lampu ini bararti melambangkan semoga kehidupan keluarga selalu mendapat kan cahaya penerang dari yang maha kuasa dan di nyalakan sehari semalam.
Quran dan sajadah di bawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan dan ini bertanda bahwa kepala keluarga tersebut jadi pemimpin dan iman bagi keluarga nya.Sampai di pintu rumah yang baru pemandu menangguh bahwa didalam dunia ini ada makhluk halus dan manusia,pemandu menangguh walau pun makhluk halus tidak bisa kita lihattapi mereka melihat kita dan itu adalah salah satu tatakerama kita terhadap makhluk halus itu sendiri.
Di mana isi dari tangguh itu Natabiksikam khupok pun haguk kuti khupok sai wat mekhadik di lamban jo sikam khupok kilu mahap kebenokhan lamban sinji sikam khupok sekeluarga saihaga nungguni jak tanno sampai nantini khakhapan sikam khupok kilu mahap kuti khupok sai halus nyipok khang sai bakhih sai lebih patut jak lamban injikham unyin makhluk allah dang haga segangguan .
Mulaijak malam sinji sikam khupok ngehakhap kuti khupok saihalus unyinni kisikh jak lamban inji nyipok khang bakhikh keluarga sikam haga nungguni minok di lamban sinji mulai bingi sinji.
Kilu mahap hantak sino tangguh khik khakhapan sikam khupok pehaguk kuti khupok saihalus sai mak kuliak sikam haguk allah sikam kilu ampun. Dan kepala keluarga masuk rumah bawa lampu sampai di kamar tidur di iringi minak muakhi masuk keruangan tamu.
Selesai duduk santai sembari menunggu datang nya sholat subuh yang akan di kerjakan secara barjamaah dan di lanjutkan dengan doa selamat.
Pada malam kedua nya bediom akan di tambah dengan hiburan,robbana,bersanji,mawalan dan lain-lain,selesai lah salajh satu rangkayan acara adat bediom di lambar ini insya allah generasi panerus kami dapat meneruskan adad istiadad bediom.(*)
|
|
 |