![]() |
![]() |
|
![]() |
|
|
Diantara beberapa kabupaten penghasil kopi di propinsi
lampung, lampung barat memiliki urutan yang pertama terluas dibandingkan dengan
kabupaten lain. salah
satu program pembangunan pemerintah kabupaten lampung barat adalah pengembangan
komoditas unggulan daerah melalui etalase kopi dan sentra tanaman hias. untuk
melaksanakan program tersebut dinas perkebunan kabupaten lampung barat pada
tahun anggaran 2009 melaksanakan kegiatan penanganan pasca panen dan pengolahan
hasil pertanian sebanyak 35 unit uph kopi dan kegiatan rehabilitasi tanaman kopi
seluas 125 ha. hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten lampung barat
sangat serius menangani perkopian dan kita fokus agar kopi dari lampung barat
dapat kita tingkatkan produkstifitas dari 710 kg/ha/tahun menjadi 1.500
kg/ha/tahun diikuti dengan peningkatan mutu kopi diikuti dari kwalitas asalan
menjadi grade iv. dengan kegiatan penanganan pasca panen
dan pengolahan hasil pertanian melalui pemberian unit pengolahan hasil (uph)
kopi pemerintah berharap petani sudah mampu meningkatkan mutu dan kualitas
kopi dan meningkatkan akses pasar yang lebih tinggi sehingga mempunyai
nilai tawar yang tinggi, dengan demikian pendapatan petani akan semakin
meningkat dengan sendirinya petani miskin akan semakin berkurang. dalam
kesempatan tersebut bupati lampung barat drs.mukhlis bars, memberikan secara
simbolis kepada kelompok tani di kecamatan batu brak yang terdiri dari;
kelompok tani harapan jaya (kembahang), kelompok tani sukadamai (kotabesi),
kelompok tani bina tani (sukaraja), kelompok tani sinar selalau (pekon balak),
dan kelompok tani mufakat (gunung sugih). |
|
||||||||||||
|